Kamis, 11 Desember 2008

WASPADA DENGAN MLM


 


 

Account    illumination


 

Saya tidak menjelek-jelekkan MLM, sebab bentuk "bisnis" ini sudah banyak terbukti kesuksesannya bagi orang-orang yang mau menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan tepat dengan kondisinya. Banyak orang yang telah mendapatkan banyak uang dan hadiah-hadiah prestasi dari pencapaiannya. Tetapi, lebih banyak orang yang masih belum sukses meraih itu semua, dan masih berjuang mati-matian sampai sekarang untuk meraihnya demi impian besar yang juga saya impikan, yakni:


BEBAS FINANSIAL!!!

Saya juga pernah mengikuti MLM dengan iming-iming ini, dan ternyata saya putuskan untuk tidak menjalankannya lagi, tapi prinsip-prinsip pengembangan pribadinya yang bagus saya pakai dalam bisnis saya sendiri. Banyak teman dan kenalan yang menawari saya untuk join, saya tetap tidak berminat namun saya tetap menghargai niat juang mereka jika mereka sungguh-sungguh melakukannya di kondisi yang tepat tentunya.

Jadi, apa sih yang wajib diwaspadai dari MLM?

Diri kita sendiri. MLM-MLM yang saya kenal menuntut keaktifan kita untuk lebih dari sekedar bersosialisasi atau bermasyarakat, padahal kita belum tentu mau melakukannya karena ada yang waktu dan staminanya telah tersita banyak demi karier atau bisnisnya yang sangat penting dan sangat fundamental bagi kondisi finansial keluarganya. Ada sebagian dari kita yang pendiam dan tidak suka ngomong, ada yang gemar menyendiri dan sibuk sendiri (secara positif tentunya), ada yang sedang mengalami masalah kejiwaan yang berat, ada yang menjalani gaya hidup tertentu yang sudah menjadi panggilan hidupnya (sukarelawan, pekerja sosial, pertapa), dan lain-lain. Selain mereka yang menjalani panggilan hidup dan mengalami masalah kejiwaan tadi, para anggota MLM masih saja berniat mengajak kita, dengan alasan bahwa kondisi kita bisa berubah lebih baik dan mencapai kebebasan finansial itu (beberapa 'mengipasi' kita dalam tempo yang sesingkat-singkatnya kayak teks proklamasi).

Tetap lihat diri kita sendiri! Jangan mau dipengaruhi dulu, pertanyakanlah dalam diri kita sedalam-dalamnya, jangan takut akan ancaman terselubung untuk segera daftar karena biayanya akan naik atau karena MLM ini masih baru berjalan jangan sampai ketinggalan, anda sebaiknya melihat mereka-mereka yang gagal dalam menjalankannya (tentu mereka yang optimis dan antusias namun selalu kurang beruntung), atau mereka yang sedang menjalankannya. Lihat apakah itu sesuai dengan diri anda? Jangan lantas bertekad bulat dengan semangat '45 menyanggupinya lho, diri anda ini bukanlah diri anda yang 100% yang anda kenal, kecuali bila anda telah mengalami "penyadaran" tentang diri anda sendiri, atau anda telah menemukan jalur atau alur aliran hidup anda, karena hidup ini bukanlah semata-mata mencari uang untuk bertahan hidup atau menikmati hidup. Namun semuanya tidak semudah itu bagi kita sekalian yang belum melampaui "tahap pencarian identitas yang tak jarang mengombang-ambingkan orang sampai tua. Bahkan sering sekali mereka yang tak kunjung menemukan identitas menjalani hidup sebagai
orang lain." [menurut saya ini sangat tragis karena anda kehilangan yang sangat penting dalam hidup anda]

Saya sadur dari Laskar Pelangi (dari hal.78-79, cetakan ke-22,Mei 2008 terbitan MIZAN) yang dikarang dengan luar biasa dahsyat! oleh Andrea Hirata, saya sarankan untuk membacanya bila perlu demi perkembangan motivasi dan mental anda. Untuk hal yang penting sekali itu Anda bisa merenung, datang ke orang-orang bijaksana seperti ortu, pengajar agama, penasihat spiritual, motivator, psikolog yang konsultatif yang bisa dimintai saran dan masukan yang berguna. Jika anda masih merasa ada kebuntuan, mungkin "mindset" anda perlu dianalisa, diamati, dan bila perlu diperbaiki untuk mengoptimalkan usaha dan perjuangan demi cita-cita anda sendiri. Lebih lengkap anda bisa baca buku yang relevan seperti "The Secret of MINDSET" terbitan Gramedia TAHUN 2008 yang ditulis Adi W. Gunawan, yang saya tahu beliau sangat realistis, obyektif, dan tepat pada sasaran dalam menangani kasus-kasus kliennya.

Sebenarnya ide MLM ini jika dibedah secara kasar adalah ide pemasaran yang sangat-sangat menguntungkan pendirinya dahulu, karena perusahaan itu atau orang-orang yang menciptakannya mendapat sepasukan besar tenaga pemasaran gratis, bahkan mendapatkan suntikan modal yang banyak (dari pendaftaran dan biaya perpanjangan keanggotaannya per periode), apalagi untuk meningkatkan kinerja pemasarannya untuk masing-masing anggota wajib membiayai sendiri, jarang ada perusahaan yang mau mensponsorinya secara ikhlas (menggratiskan 100% biaya seminar). Perusahaan tidak akan mengalami masalah kehilangan omzet atau penurunan omzet drastis karena selain produk-produknya sudah teruji baik dan memuaskan, sistem MLM ini telah menghipnotis para anggotanya untuk selalu membeli dan memakai produknya terus menerus dengan motivasi perbaikan kesehatan (khusus untuk produk health care) atau iming-iming "KEBEBASAN FINANSIAL".

Kondisi finansial anda juga wajib diperhatikan, karena orang-orang awam berpedoman tidak sama dengan perkembangan dunia ekonomi dan finansial. Masuknya anda dalam MLM tidak menjamin 100% hasil yang diproyeksikannya yang akan anda raih, bukan saja tergantung dari anda sendiri dan hubungannya dengan upline dan downline anda, namun juga kondisi ekonomi, seperti inflasi, devaluasi mata uang, krisis ekonomi, bencana alam, kerusuhan, dan perubahan kebajikan pemerintah yang sangat berpengaruh bagi ekonomi dan bisnis anda sendiri. Pemasukan uang yang banyak bahkan passive income tidak akan bisa mengatasi kegagalan anda dalam mengatur sistem finansial anda sendiri. Maka jangan langsung putuskan membeli keanggotaan, atau hak bisnis independen, atau paket perdana produk beserta sales kitnya jika kondisi finansial anda gali lubang tutup lubang atau sedang membayar utang bank plus kartu kredit, cicilan rumah dan mobil, iuran keanggotaan klub eksklusif dalam tempo yang sama, sedangkan MLM yang akan kita ikuti mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk menghasilkan income bagi diri sendiri(seperti program tutup poin yang mewajibkan anggotanya menghasilkan omzet tinggi untuk memenuhi syarat mendapatkan bonus tambahan income selain laba dari jualan produknya sendiri), mempunyai program-program pelatihan yang cukup mahal, apalagi jika MLM itu mempunyai keanggotaan yang wajib diperbarui tiap tahun dengan biaya yang tidak sedikit pula. Bukannya saya menganjurkan untuk hidup pelit, namun Donald Trump sendiri yang menghabiskan banyak dollar untuk membangun properti megahnya sangat menghargai fungsi dari setiap sen mata uang yang dibelanjakannya. Referensi saya adalah buah karya Robert F. Kiyosaki dari Rich Dad Poor Dad, The Cashflow Quadrant, dan Guide to Investing. Juga bacaan-bacaan ringan seperti komik ilustrasi biografi seperti Warren Buffet dan George Soros terbitan Elex Media Komputindo bisa jadi acuan untuk berinvestasi bagi kita-kita yang pada dasarnya tidak pandai berjualan.

Orang yang mengajak kita wajib diuji dulu, apakah dia mengajak kita hanya untuk meningkatkan incomenya saja menurut target MLM? Apakah orang itu, - tak peduli itu saudara, sanak famili, teman, atasan kita – tulus mau membantu kita meningkatkan kesejahteraan atau bahkan mewujudkan kebebasan finansial sesuai visi dan misinya kebanyakan MLM masa kini? Ketulusan mereka bisa dilihat bukan dari ketekunan mereka memprospek kita, melainkan dari tindakan mereka selanjutnya, maukah mereka langsung membantu anda mencapai target? Apa mereka mengajak ke pertemuan melulu tanpa real action? Apakah mereka hanya merekrut kita saja, tanpa ada tindak lanjut?

MLM itu sendiri wajib dilihat latar belakangnya. Support system yang bagus, reputasi terkemuka dan internasional, lamanya kinerja perusahaan, jaminan mutu dari produk-produk yang dikeluarkannya itu tidak menjamin kesuksesan anda, karena justru MLM demikian sudah jadi 'sarang semut' sebelum anda bisa menikmati manisnya. Banyaknya orang yang pertama-tama bergabung telah sangat kenyang menikmati manisnya MLM dari rekrutmen anggota-anggota berikutnya beserta akumulasi omzetnya dan para anggotanya telah menyebar jauh ke daerah-daerah membuat anda bekerja sangat-sangat keras mencari dan merekrut anggota baru dan meningkatkan omzet penjualan produk-produk top hingga mengorbankan diri anda sendiri, padahal belum tentu hasil yang akan anda terima bisa mencukupi target yang disyaratkan. Apalagi jika oknum-oknum anggota senior yang berperingkat tinggi 'berpolitik' memperdaya anggota-anggota baru demi mengamankan posisinya, jaringannya, dan sebenarnya tidak peduli dengan nasib downline-downlinenya tersebut. Mereka juga tidak segan-segan menggunakan segala kelicikannya untuk mencapai tujuannya, dalam hal ini penggembosan omzet pesaing-pesaingnya dengan menjual produk di bawah harga eceran yang telah ditetapkan, menjualnya langsung di toko-toko biasa, yang akhirnya membuat para end user merasa tertipu oleh kita (harga produknya kemahalan), dan pastilah reputasi kita tercemar karenanya.

MLM itu menjadi kedok money game, biasanya menawarkan semacam investasi sejumlah besar uang (di atas tiga juta rupiah) yang bisa menghasilkan sebesar minim 30% dari uang yang kita setor dalam jangka waktu yang pendek. Latar belakang pemimpin atau ketuanya, dan organisasi yang mendukungnya juga wajib diketahui, bagaimana dengan badan hukumnya, terdaftar di APLI, dan informasi-informasi yang jelas dari orang-orang yang tidak terlibat namun memahami keberadaannya, dan keterlibatan orang-orang penting seperti para pejabat, selebritis,akademisi, tokoh politik, tokoh agama dalam organisasi itu jangan dijadikan alasan kuat untuk gabung, bisa jadi mereka juga sedang terlena dan tertipu dengan trik-trik pimpinannya. Lebih baik jangan mengikutinya sama sekali walaupun "MLM" ini masih baru mulai dari awal, karena meskipun kita bisa berpeluang besar mendapat profit fantastis (setelah balik modal 100% tentunya), kita pasti akan menanamkan benih-benih kerugian finansial bagi siapapun yang kita ajak join, dan reputasi kita pasti tercoreng, kondite kita jelek, apalagi karena money game pasti tidak akan seterusnya lancar, orang-orang yang mengalaminya pasti merasa tertipu dan menyeret "MLM" ke yang berwajib, dan kita pasti terlibat untuk dilaporkan, selanjutnya berapa yang telah kita dapatkan dari "MLM" itu tak akan cukup untuk meloloskan diri kita dari jerat hukum. Setelah bebas dari bui, kita pasti cenderung dipersulit untuk bekerja, berbisnis, walaupun kita sungguh-sungguh telah menyesal, bertobat, dan tidak menjalankannya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar