Kamis, 11 Desember 2008

BERINVESTASI DI SAAT KRISIS FINANSIAL GLOBAL


 


 

Account    illumination


 

Finansial atau finance, berasal dari kata financier yang berakar dari kata finer (Perancis kuno), artinya membayar hutang (settle a debt – Oxford Pocket School Dictionary 2007). Jadi, finansial dapat dipahami sebagai yang bersifat pengaturan keuangan untuk pembayaran hutang/kredit dan keperluan lainnya.

Kini, mulai dari Amerika, Eropa, sebagian Asia, hingga ke seluruh dunia, negara-negara beserta perusahaan dan rakyat di dalamnya mengalami krisis finansial. Maksudnya, mereka tengah mengalami kemungkinan bahaya tidak bisa mengatur uangnya untuk pembiayaan dan pembayaran hutang demi kelangsungan hidupnya. Maka terjadilah golongan orang miskin atau melarat baru, merosotnya daya beli masyarakat akibat menyusutnya nilai kekayaan tiap individu dan turunnya pendapatan per kapita, banyaknya pengangguran, disebabkan bangkrutnya perusahaan-perusahaan besar atau penciutan dalam perusahaan itu karena kesulitan pembiayaan kegiatan usahanya, merembet hingga ke pasar modal menciptakan sentimen negatif sehingga minat investasi berkurang drastis, ekonomi negara melambat.

Terjadinya krisis ini membuktikan bahwa segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk mendukung hidupnya tidaklah sempurna, karena pemahaman kita sebagai manusia tentang dunia ini jelas tidak sempurna. Harapan kita tidak terpenuhi dalam realitas yang kita hadapi, maka pertentangan ini sangat berpengaruh pada perkembangan materi, demikian dasar pemikiran George Soros dalam menjalankan investasinya yang tidak luput dari kegagalan dan kerugian.

Namun, itu tidak berarti kita terus menerus dibelenggu oleh krisis itu. Kita bisa bebas dari krisis finansial jika kita memahami realitas yang terjadi dengan pemikiran bijak.

Tentu, semuanya dimulai dari diri kita sendiri. Kita sebaiknya menjaga pikiran kita agar tidak terusik dan tidak terpengaruh dengan fenomena di sekeliling. Biarkan pikiran kita mawas dan bebas tanpa terikat pada apapun di mana pun. Bukan berarti kita melarikan diri, namun kita perlu menyadari, bahwa krisis itu takkan mampu menghancurkan diri kita, kecuali kita sendiri yang terhanyut kepanikan, ketakutan, dan kegetiran orang-orang biasa yang tidak siap dan tidak aman serta tidak mau menghadapi krisis. Kita sebaiknya wajib mengembalikan diri kita ke tempat yang benar, bahwa krisis berpengaruh hanya pada sebagian kondisi dalam hidup kita.

Jika anda seorang pengusaha yang merugi akibat krisis, diri anda takkan gagal total seandainya anda terpaksa menutup bisnis anda, melepas segala asset anda demi pelunasan hutang, dan meninggalkan gaya hidup anda yang bergengsi itu. Jikalau semenjak anda memulai bisnis anda dengan tujuan yang lebih baik daripada sekedar mencari untung, dan menjalankannya dengan cara demikian itu, banyak orang yang diuntungkan selain diri anda sendiri dan keluarga anda. Maka anda mempunyai reputasi yang baik. Jadi, masih ada kemungkinan anda berbisnis lagi dan membuat laba meskipun tidak sekuat dulu, karena anda sudah dipercaya banyak customer, dan kepercayaan itu berunsurkan rasa aman, nyaman, dan simpati customer terhadap performa bisnis anda.

Jika anda seorang karyawan yang dipotong bayarannya, sadarlah bahwa anda masih bisa bekerja di perusahaan itu dan mendapat penghasilan tetap. Pemotongan bayaran sangat berpengaruh jika anda biasa menghabiskan seluruh bayaran anda biasa menghabiskan seluruh bayaran anda untuk mencukupi seluruh kebutuhan atau keinginan anda. Memang itu hak anda, namun habisnya uang anda di saat anda sangat membutuhkannya takkan mudah diatasi dengan bantuan hibah atau pinjaman, sebab di masa krisis global ini kebanyakan orang sangat berhati-hati membelanjakan uangnya, dan tidak sedikit yang mengalami kesulitan keuangan, serta keikhlasan pemberi bantuan atau pinjaman di masa kini sangat mahal harganya. Mungkin anda bisa mengatasi masalah finansial sementara waktu dengan pinjaman berbunga, lalu anda pasti terbebani dengan cicilan dan bunga yang wajib dibayar per bulannya. Di kondisi ekstrem, anda terpaksa kehilangan asset-asset anda bahkan kebebasan hidup anda (dibui) untuk memenuhi kewajiban anda itu, tergantung dari besar kecilnya tunggakan anda.

Anda takkan bekerja selamanya mengabdi di perusahaan , anda bisa dipecat jika perusahaan melakukan downsizing untuk bertahan hidup atau jika perusahaan bangkrut. Anda juga pasti dipensiunkan jika sudah berusia lanjut, karena stamina anda sudah tidak sekuat dulu, dan tingginya bayaran anda mungkin sepadan dengan lamanya pengadian anda sehingga perusahaan lebih menyukai orang-orang muda yang staminanya lebih prima dan bisa dibayar lebih murah tentunya.

Biaya pensiun anda tentu takkan cukup, karena segudang resiko seperti laju inflasi, penyakit dan gangguan kesehatan, musibah, masalah keluarga, sengketa hukum, kriminalitas, dan krisis ekonomi mampu menguras habis dana pensiun anda.

Maka, anda wajib mengendalikan keinginan anda, prioritaskan hanya yang terpenting, simpan bayaran anda secukupnya, bagikan menjadi dana cadangan, dana belanja sehari-hari, dan sebaiknya ikutilah asuransi yang bonafit dan instrument investasi yang benar untuk mempekerjakan uang anda agar belipat ganda dan berkembang nilainya untuk mengungguli laju inflasi, dan memungkinkan anda untuk pensiun sedini mungkin untuk lebih menikmati hidup anda, atau memenuhi panggilan mulia hidup anda.

Investasi juga perlu dilakukan bagi anda para penjual jasa professional seperti dokter, terapis, tutor, pengacara, notaris, akuntan, konsultan, seniman, selebritis, pemuka agama, dan lain-lain karena pendapatan anda juga pasti akan tergerus dengan adanya krisis global ini. Investasi juga perlu dilakukan oleh para pengusaha, tentunya dalam bentuk-bentuk yang sangat mudah dicairkan untuk situasi mendesak demi kelancaran bisnisnya.

Pasti sebagian besar dari anda menilai saya gila menganjurkan berinvestasi di saat sekarang, di kala harga semua instrument investasi rontok semua terutama saham, komoditi-komoditi vital seperti minyak bumi, logam, komoditi perkebunan beserta kontrak-kontrak futuresnya, dan dollar AS yang menguat tajam semakin memperparah situasi, serta kondisi pasar seluruh dunia serentak melesu.

Saya yakin, di saat ini instrument investasi ramai-ramai ditinggalkan, jadi harganya sangat murah, maka bisa dibeli sebanyak mungkin. Situasi krisis ini takkan berlangsung lama, mengingat kini semua pihak baik pemerintah di semua negara beserta pelaku bisnis berada dalam kesadaran yang sama untuk menyelamatkan perekonomian dunia. Begitu perekonomian membaik, pasar kembali bergairah, harga-harga instrument investasi yang kita beli tadi menguat dan kita pasti dapat untung banyak jika melepaskannya di saat itu.

Namun saya tidak mengharapkan anda untuk berpikir seperti itu saja. Saya bahkan sangat tidak mentolerir jika anda hanya memakai keberuntungan anda tanpa pemikiran yang jelas tentang arah atau tujuan investasi dengan rencana masa depan anda dengan mempertimbangkan resiko pelemahan nilai baik secara tiba-tiba atau perlahan-lahan sesuai dengan kondisi politik, ekonomi, dan pasar modal. Ide George Soros tentang refleksivitas yang secara mudah dipahami sebagai membeloknya arah kurva nilai saham, kurs mata uang, atau nilai instrument investasi lain dari harga semula mengikuti jumlah permintaan investor daripada pertumbuhan nilai bisnisnya yang nyata. Jika situasi pasar baik, maka kurva akan terus naik, maka harganya naik dan menguntungkan jika dilepas di level itu. Sebaliknya saat kondisi pasar kacau balau, kurva akan turun tajam, maka harganyqa jatuh dan merugikan tergantung di level mana dilepasnya.

Namun, lebih ideal menurut Warren Buffet jika investasi, khususnya di saham, berfokus pada kinerja perusahaannya yang stabil dan menghasilkan laba secara konsisten. Di sini Buffet menyarankan kita jadi pemilik perusahaan dengan sistem jaringan bisnis yang kuat, dijalankan oleh orang-orang visioner dan bertanggung jawab, dan perusahaan dengan sistemnya ini kinerjanya tetap prima walaupun nilai sahamnya di pasar modal tergerus sementara akibat sentimen negatif. Nah, untuk memilih perusahaan yang akan kita beli sahamnya , kita sebaiknya memahami bisnis yang dijalankannya, bukan karena pergerakan harganya di pasar modal, dan jangan ambil resiko berinvestasi di bisnis yang tidak dapat dimengerti, apalagi perusahaan itu melakukan praktek-praktek ilegal.

Buffet menekankan pula kerjasama antar pihak sesuai fungsinya demi kelancaran kinerja perusahaan, tidak ada salahnya jika pemegang saham memberi saran jika dikehendaki para manajernya, demi keuntungan masing-masing pihak.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar