Rabu, 17 Desember 2008

KEMALASAN, ASSET ATAU LIABILITAS


 


 

Account    my-financials


 

Apakah kemalasan adalah kelemahan kita sesungguhnya? Tergantung dari pikiran kita sendiri.

Apabila anda malas bekerja karena tidak mau kecapaian, kepanasan, kedinginan, kesakitan, susah, suntuk, berarti kemalasan adalah benar-benar kelemahan anda.

Apabila anda malas berpergian ke tempat jauh karena tidak tahu jalannya, kemalasan masih menjadi kelemahan anda, sebab anda bisa mencari tahu pada orang-orang yang pernah pergi ke tempat itu atau mengajak orang yang pernah pergi ke sana dan hafal jalan dan rambu-rambunya.

Apabila anda malas membersihkan WC anda sendiri, mungkin kemalasan anda adalah kewajaran, karena kita cenderung menghindari yang menjijikkan. Namun, jika anda mengerti cara untuk membersihkannya, ini masih menjadi kelemahan anda.

Kalau anda malas mencari barang anda yang hilang karena nilai dan fungsinya tidak terlalu berarti bagi anda sendiri, maka kemalasan ini wajar.

Kalau anda malas menemui teman-teman anda karena anda sendiri sedang istirahat dan perlu beristirahat, kemalasan anda adalah pelayan anda.

Kalau anda malas melewati jalan yang ramai dan macet, dan anda lebih suka melewati jalan itu di jam-jam sepi, maka kemalasan adalah teman anda.

Kalau anda malas keluar rumah waktu tengah malam sebab takut menjadi sasaran kejahatan, maka kemalasan adalah penjaga anda.

Jika anda malas mencari pendamping atau pasangan hidup akibat trauma yang dialami dan kondisi diri sendiri yang tidak adaptif untuk hidup bersama, maka kemalasan adalah pelindung anda.

Jika anda malas mempunyai dan memelihara anak-anak dari perkawinan anda sebab biaya hidup yang makin bertambah mahal tiap tahun, kesulitan memelihara anak yang bertambah rumit, tingkat polusi yang kian pekat tiap tahun, dan kapasitas daya tampung bumi yang makin berkurang untuk menampung kehidupan manusia, maka kemalasan adalah teman bisnis anda.

Jika anda malas melakukan transaksi bisnis pada suatu hari dan di hari itu terjadi gejolak perekonomian, maka kemalasan menjadi bagian dari intuisi bisnis anda.

Jika anda malas berinvestasi dan malas mengasuransikan aset-aset anda karena takut kehilangan uang anda, lalu setelah beberapa lama anda kehilangan aset-aset anda, dan anda harus bekerja keras di masa tua anda, kemalasan ini adalah penipu anda.

Jika anda malas bekerja karena pekerjaan anda saat ini menyita banyak waktu dan tenaga, sedangkan hasilnya sangat sedikit, maka kemalasan anda berbanding lurus dengan prinsip ekonomi.

Bila anda malas mengerjakan pekerjaan–pekerjaan yang menuntut keterampilan tertentu yang anda sendiri sangat tidak berminat, maka kemalasan anda menganjurkan anda untuk mengganti pekerjaan sesuai dengan minat anda.

Bila anda malas mengikuti pembicaraan orang-orang atau melihat pertunjukan maka kemalasan anda berbanding lurus dengan suasana hati anda.

Bila anda malas menyapa orang-orang karena anda sedang sibuk untuk urusan tertentu, maka kemalasan membantu menyimpan energi dan meningkatkan konsentrasi anda.

Bila anda malas mengikuti berita karena menurut anda membosankan padahal ada beberapa hal yang penting untuk diikuti maka kemalasan tidak peduli dengan diri anda.

Bila anda malas mengikuti latihan olahraga karena anda disibukkan dengan urusan-urusan yang sebenarnya bisa dikerjakan dengan santai, maka kemalasan berkonspirasi dengan penyakit menjerumuskan anda dalam penderitaan.

Kamis, 11 Desember 2008

WASPADA DENGAN MLM


 


 

Account    illumination


 

Saya tidak menjelek-jelekkan MLM, sebab bentuk "bisnis" ini sudah banyak terbukti kesuksesannya bagi orang-orang yang mau menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan tepat dengan kondisinya. Banyak orang yang telah mendapatkan banyak uang dan hadiah-hadiah prestasi dari pencapaiannya. Tetapi, lebih banyak orang yang masih belum sukses meraih itu semua, dan masih berjuang mati-matian sampai sekarang untuk meraihnya demi impian besar yang juga saya impikan, yakni:


BEBAS FINANSIAL!!!

Saya juga pernah mengikuti MLM dengan iming-iming ini, dan ternyata saya putuskan untuk tidak menjalankannya lagi, tapi prinsip-prinsip pengembangan pribadinya yang bagus saya pakai dalam bisnis saya sendiri. Banyak teman dan kenalan yang menawari saya untuk join, saya tetap tidak berminat namun saya tetap menghargai niat juang mereka jika mereka sungguh-sungguh melakukannya di kondisi yang tepat tentunya.

Jadi, apa sih yang wajib diwaspadai dari MLM?

Diri kita sendiri. MLM-MLM yang saya kenal menuntut keaktifan kita untuk lebih dari sekedar bersosialisasi atau bermasyarakat, padahal kita belum tentu mau melakukannya karena ada yang waktu dan staminanya telah tersita banyak demi karier atau bisnisnya yang sangat penting dan sangat fundamental bagi kondisi finansial keluarganya. Ada sebagian dari kita yang pendiam dan tidak suka ngomong, ada yang gemar menyendiri dan sibuk sendiri (secara positif tentunya), ada yang sedang mengalami masalah kejiwaan yang berat, ada yang menjalani gaya hidup tertentu yang sudah menjadi panggilan hidupnya (sukarelawan, pekerja sosial, pertapa), dan lain-lain. Selain mereka yang menjalani panggilan hidup dan mengalami masalah kejiwaan tadi, para anggota MLM masih saja berniat mengajak kita, dengan alasan bahwa kondisi kita bisa berubah lebih baik dan mencapai kebebasan finansial itu (beberapa 'mengipasi' kita dalam tempo yang sesingkat-singkatnya kayak teks proklamasi).

Tetap lihat diri kita sendiri! Jangan mau dipengaruhi dulu, pertanyakanlah dalam diri kita sedalam-dalamnya, jangan takut akan ancaman terselubung untuk segera daftar karena biayanya akan naik atau karena MLM ini masih baru berjalan jangan sampai ketinggalan, anda sebaiknya melihat mereka-mereka yang gagal dalam menjalankannya (tentu mereka yang optimis dan antusias namun selalu kurang beruntung), atau mereka yang sedang menjalankannya. Lihat apakah itu sesuai dengan diri anda? Jangan lantas bertekad bulat dengan semangat '45 menyanggupinya lho, diri anda ini bukanlah diri anda yang 100% yang anda kenal, kecuali bila anda telah mengalami "penyadaran" tentang diri anda sendiri, atau anda telah menemukan jalur atau alur aliran hidup anda, karena hidup ini bukanlah semata-mata mencari uang untuk bertahan hidup atau menikmati hidup. Namun semuanya tidak semudah itu bagi kita sekalian yang belum melampaui "tahap pencarian identitas yang tak jarang mengombang-ambingkan orang sampai tua. Bahkan sering sekali mereka yang tak kunjung menemukan identitas menjalani hidup sebagai
orang lain." [menurut saya ini sangat tragis karena anda kehilangan yang sangat penting dalam hidup anda]

Saya sadur dari Laskar Pelangi (dari hal.78-79, cetakan ke-22,Mei 2008 terbitan MIZAN) yang dikarang dengan luar biasa dahsyat! oleh Andrea Hirata, saya sarankan untuk membacanya bila perlu demi perkembangan motivasi dan mental anda. Untuk hal yang penting sekali itu Anda bisa merenung, datang ke orang-orang bijaksana seperti ortu, pengajar agama, penasihat spiritual, motivator, psikolog yang konsultatif yang bisa dimintai saran dan masukan yang berguna. Jika anda masih merasa ada kebuntuan, mungkin "mindset" anda perlu dianalisa, diamati, dan bila perlu diperbaiki untuk mengoptimalkan usaha dan perjuangan demi cita-cita anda sendiri. Lebih lengkap anda bisa baca buku yang relevan seperti "The Secret of MINDSET" terbitan Gramedia TAHUN 2008 yang ditulis Adi W. Gunawan, yang saya tahu beliau sangat realistis, obyektif, dan tepat pada sasaran dalam menangani kasus-kasus kliennya.

Sebenarnya ide MLM ini jika dibedah secara kasar adalah ide pemasaran yang sangat-sangat menguntungkan pendirinya dahulu, karena perusahaan itu atau orang-orang yang menciptakannya mendapat sepasukan besar tenaga pemasaran gratis, bahkan mendapatkan suntikan modal yang banyak (dari pendaftaran dan biaya perpanjangan keanggotaannya per periode), apalagi untuk meningkatkan kinerja pemasarannya untuk masing-masing anggota wajib membiayai sendiri, jarang ada perusahaan yang mau mensponsorinya secara ikhlas (menggratiskan 100% biaya seminar). Perusahaan tidak akan mengalami masalah kehilangan omzet atau penurunan omzet drastis karena selain produk-produknya sudah teruji baik dan memuaskan, sistem MLM ini telah menghipnotis para anggotanya untuk selalu membeli dan memakai produknya terus menerus dengan motivasi perbaikan kesehatan (khusus untuk produk health care) atau iming-iming "KEBEBASAN FINANSIAL".

Kondisi finansial anda juga wajib diperhatikan, karena orang-orang awam berpedoman tidak sama dengan perkembangan dunia ekonomi dan finansial. Masuknya anda dalam MLM tidak menjamin 100% hasil yang diproyeksikannya yang akan anda raih, bukan saja tergantung dari anda sendiri dan hubungannya dengan upline dan downline anda, namun juga kondisi ekonomi, seperti inflasi, devaluasi mata uang, krisis ekonomi, bencana alam, kerusuhan, dan perubahan kebajikan pemerintah yang sangat berpengaruh bagi ekonomi dan bisnis anda sendiri. Pemasukan uang yang banyak bahkan passive income tidak akan bisa mengatasi kegagalan anda dalam mengatur sistem finansial anda sendiri. Maka jangan langsung putuskan membeli keanggotaan, atau hak bisnis independen, atau paket perdana produk beserta sales kitnya jika kondisi finansial anda gali lubang tutup lubang atau sedang membayar utang bank plus kartu kredit, cicilan rumah dan mobil, iuran keanggotaan klub eksklusif dalam tempo yang sama, sedangkan MLM yang akan kita ikuti mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk menghasilkan income bagi diri sendiri(seperti program tutup poin yang mewajibkan anggotanya menghasilkan omzet tinggi untuk memenuhi syarat mendapatkan bonus tambahan income selain laba dari jualan produknya sendiri), mempunyai program-program pelatihan yang cukup mahal, apalagi jika MLM itu mempunyai keanggotaan yang wajib diperbarui tiap tahun dengan biaya yang tidak sedikit pula. Bukannya saya menganjurkan untuk hidup pelit, namun Donald Trump sendiri yang menghabiskan banyak dollar untuk membangun properti megahnya sangat menghargai fungsi dari setiap sen mata uang yang dibelanjakannya. Referensi saya adalah buah karya Robert F. Kiyosaki dari Rich Dad Poor Dad, The Cashflow Quadrant, dan Guide to Investing. Juga bacaan-bacaan ringan seperti komik ilustrasi biografi seperti Warren Buffet dan George Soros terbitan Elex Media Komputindo bisa jadi acuan untuk berinvestasi bagi kita-kita yang pada dasarnya tidak pandai berjualan.

Orang yang mengajak kita wajib diuji dulu, apakah dia mengajak kita hanya untuk meningkatkan incomenya saja menurut target MLM? Apakah orang itu, - tak peduli itu saudara, sanak famili, teman, atasan kita – tulus mau membantu kita meningkatkan kesejahteraan atau bahkan mewujudkan kebebasan finansial sesuai visi dan misinya kebanyakan MLM masa kini? Ketulusan mereka bisa dilihat bukan dari ketekunan mereka memprospek kita, melainkan dari tindakan mereka selanjutnya, maukah mereka langsung membantu anda mencapai target? Apa mereka mengajak ke pertemuan melulu tanpa real action? Apakah mereka hanya merekrut kita saja, tanpa ada tindak lanjut?

MLM itu sendiri wajib dilihat latar belakangnya. Support system yang bagus, reputasi terkemuka dan internasional, lamanya kinerja perusahaan, jaminan mutu dari produk-produk yang dikeluarkannya itu tidak menjamin kesuksesan anda, karena justru MLM demikian sudah jadi 'sarang semut' sebelum anda bisa menikmati manisnya. Banyaknya orang yang pertama-tama bergabung telah sangat kenyang menikmati manisnya MLM dari rekrutmen anggota-anggota berikutnya beserta akumulasi omzetnya dan para anggotanya telah menyebar jauh ke daerah-daerah membuat anda bekerja sangat-sangat keras mencari dan merekrut anggota baru dan meningkatkan omzet penjualan produk-produk top hingga mengorbankan diri anda sendiri, padahal belum tentu hasil yang akan anda terima bisa mencukupi target yang disyaratkan. Apalagi jika oknum-oknum anggota senior yang berperingkat tinggi 'berpolitik' memperdaya anggota-anggota baru demi mengamankan posisinya, jaringannya, dan sebenarnya tidak peduli dengan nasib downline-downlinenya tersebut. Mereka juga tidak segan-segan menggunakan segala kelicikannya untuk mencapai tujuannya, dalam hal ini penggembosan omzet pesaing-pesaingnya dengan menjual produk di bawah harga eceran yang telah ditetapkan, menjualnya langsung di toko-toko biasa, yang akhirnya membuat para end user merasa tertipu oleh kita (harga produknya kemahalan), dan pastilah reputasi kita tercemar karenanya.

MLM itu menjadi kedok money game, biasanya menawarkan semacam investasi sejumlah besar uang (di atas tiga juta rupiah) yang bisa menghasilkan sebesar minim 30% dari uang yang kita setor dalam jangka waktu yang pendek. Latar belakang pemimpin atau ketuanya, dan organisasi yang mendukungnya juga wajib diketahui, bagaimana dengan badan hukumnya, terdaftar di APLI, dan informasi-informasi yang jelas dari orang-orang yang tidak terlibat namun memahami keberadaannya, dan keterlibatan orang-orang penting seperti para pejabat, selebritis,akademisi, tokoh politik, tokoh agama dalam organisasi itu jangan dijadikan alasan kuat untuk gabung, bisa jadi mereka juga sedang terlena dan tertipu dengan trik-trik pimpinannya. Lebih baik jangan mengikutinya sama sekali walaupun "MLM" ini masih baru mulai dari awal, karena meskipun kita bisa berpeluang besar mendapat profit fantastis (setelah balik modal 100% tentunya), kita pasti akan menanamkan benih-benih kerugian finansial bagi siapapun yang kita ajak join, dan reputasi kita pasti tercoreng, kondite kita jelek, apalagi karena money game pasti tidak akan seterusnya lancar, orang-orang yang mengalaminya pasti merasa tertipu dan menyeret "MLM" ke yang berwajib, dan kita pasti terlibat untuk dilaporkan, selanjutnya berapa yang telah kita dapatkan dari "MLM" itu tak akan cukup untuk meloloskan diri kita dari jerat hukum. Setelah bebas dari bui, kita pasti cenderung dipersulit untuk bekerja, berbisnis, walaupun kita sungguh-sungguh telah menyesal, bertobat, dan tidak menjalankannya lagi.

BERINVESTASI DI SAAT KRISIS FINANSIAL GLOBAL


 


 

Account    illumination


 

Finansial atau finance, berasal dari kata financier yang berakar dari kata finer (Perancis kuno), artinya membayar hutang (settle a debt – Oxford Pocket School Dictionary 2007). Jadi, finansial dapat dipahami sebagai yang bersifat pengaturan keuangan untuk pembayaran hutang/kredit dan keperluan lainnya.

Kini, mulai dari Amerika, Eropa, sebagian Asia, hingga ke seluruh dunia, negara-negara beserta perusahaan dan rakyat di dalamnya mengalami krisis finansial. Maksudnya, mereka tengah mengalami kemungkinan bahaya tidak bisa mengatur uangnya untuk pembiayaan dan pembayaran hutang demi kelangsungan hidupnya. Maka terjadilah golongan orang miskin atau melarat baru, merosotnya daya beli masyarakat akibat menyusutnya nilai kekayaan tiap individu dan turunnya pendapatan per kapita, banyaknya pengangguran, disebabkan bangkrutnya perusahaan-perusahaan besar atau penciutan dalam perusahaan itu karena kesulitan pembiayaan kegiatan usahanya, merembet hingga ke pasar modal menciptakan sentimen negatif sehingga minat investasi berkurang drastis, ekonomi negara melambat.

Terjadinya krisis ini membuktikan bahwa segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk mendukung hidupnya tidaklah sempurna, karena pemahaman kita sebagai manusia tentang dunia ini jelas tidak sempurna. Harapan kita tidak terpenuhi dalam realitas yang kita hadapi, maka pertentangan ini sangat berpengaruh pada perkembangan materi, demikian dasar pemikiran George Soros dalam menjalankan investasinya yang tidak luput dari kegagalan dan kerugian.

Namun, itu tidak berarti kita terus menerus dibelenggu oleh krisis itu. Kita bisa bebas dari krisis finansial jika kita memahami realitas yang terjadi dengan pemikiran bijak.

Tentu, semuanya dimulai dari diri kita sendiri. Kita sebaiknya menjaga pikiran kita agar tidak terusik dan tidak terpengaruh dengan fenomena di sekeliling. Biarkan pikiran kita mawas dan bebas tanpa terikat pada apapun di mana pun. Bukan berarti kita melarikan diri, namun kita perlu menyadari, bahwa krisis itu takkan mampu menghancurkan diri kita, kecuali kita sendiri yang terhanyut kepanikan, ketakutan, dan kegetiran orang-orang biasa yang tidak siap dan tidak aman serta tidak mau menghadapi krisis. Kita sebaiknya wajib mengembalikan diri kita ke tempat yang benar, bahwa krisis berpengaruh hanya pada sebagian kondisi dalam hidup kita.

Jika anda seorang pengusaha yang merugi akibat krisis, diri anda takkan gagal total seandainya anda terpaksa menutup bisnis anda, melepas segala asset anda demi pelunasan hutang, dan meninggalkan gaya hidup anda yang bergengsi itu. Jikalau semenjak anda memulai bisnis anda dengan tujuan yang lebih baik daripada sekedar mencari untung, dan menjalankannya dengan cara demikian itu, banyak orang yang diuntungkan selain diri anda sendiri dan keluarga anda. Maka anda mempunyai reputasi yang baik. Jadi, masih ada kemungkinan anda berbisnis lagi dan membuat laba meskipun tidak sekuat dulu, karena anda sudah dipercaya banyak customer, dan kepercayaan itu berunsurkan rasa aman, nyaman, dan simpati customer terhadap performa bisnis anda.

Jika anda seorang karyawan yang dipotong bayarannya, sadarlah bahwa anda masih bisa bekerja di perusahaan itu dan mendapat penghasilan tetap. Pemotongan bayaran sangat berpengaruh jika anda biasa menghabiskan seluruh bayaran anda biasa menghabiskan seluruh bayaran anda untuk mencukupi seluruh kebutuhan atau keinginan anda. Memang itu hak anda, namun habisnya uang anda di saat anda sangat membutuhkannya takkan mudah diatasi dengan bantuan hibah atau pinjaman, sebab di masa krisis global ini kebanyakan orang sangat berhati-hati membelanjakan uangnya, dan tidak sedikit yang mengalami kesulitan keuangan, serta keikhlasan pemberi bantuan atau pinjaman di masa kini sangat mahal harganya. Mungkin anda bisa mengatasi masalah finansial sementara waktu dengan pinjaman berbunga, lalu anda pasti terbebani dengan cicilan dan bunga yang wajib dibayar per bulannya. Di kondisi ekstrem, anda terpaksa kehilangan asset-asset anda bahkan kebebasan hidup anda (dibui) untuk memenuhi kewajiban anda itu, tergantung dari besar kecilnya tunggakan anda.

Anda takkan bekerja selamanya mengabdi di perusahaan , anda bisa dipecat jika perusahaan melakukan downsizing untuk bertahan hidup atau jika perusahaan bangkrut. Anda juga pasti dipensiunkan jika sudah berusia lanjut, karena stamina anda sudah tidak sekuat dulu, dan tingginya bayaran anda mungkin sepadan dengan lamanya pengadian anda sehingga perusahaan lebih menyukai orang-orang muda yang staminanya lebih prima dan bisa dibayar lebih murah tentunya.

Biaya pensiun anda tentu takkan cukup, karena segudang resiko seperti laju inflasi, penyakit dan gangguan kesehatan, musibah, masalah keluarga, sengketa hukum, kriminalitas, dan krisis ekonomi mampu menguras habis dana pensiun anda.

Maka, anda wajib mengendalikan keinginan anda, prioritaskan hanya yang terpenting, simpan bayaran anda secukupnya, bagikan menjadi dana cadangan, dana belanja sehari-hari, dan sebaiknya ikutilah asuransi yang bonafit dan instrument investasi yang benar untuk mempekerjakan uang anda agar belipat ganda dan berkembang nilainya untuk mengungguli laju inflasi, dan memungkinkan anda untuk pensiun sedini mungkin untuk lebih menikmati hidup anda, atau memenuhi panggilan mulia hidup anda.

Investasi juga perlu dilakukan bagi anda para penjual jasa professional seperti dokter, terapis, tutor, pengacara, notaris, akuntan, konsultan, seniman, selebritis, pemuka agama, dan lain-lain karena pendapatan anda juga pasti akan tergerus dengan adanya krisis global ini. Investasi juga perlu dilakukan oleh para pengusaha, tentunya dalam bentuk-bentuk yang sangat mudah dicairkan untuk situasi mendesak demi kelancaran bisnisnya.

Pasti sebagian besar dari anda menilai saya gila menganjurkan berinvestasi di saat sekarang, di kala harga semua instrument investasi rontok semua terutama saham, komoditi-komoditi vital seperti minyak bumi, logam, komoditi perkebunan beserta kontrak-kontrak futuresnya, dan dollar AS yang menguat tajam semakin memperparah situasi, serta kondisi pasar seluruh dunia serentak melesu.

Saya yakin, di saat ini instrument investasi ramai-ramai ditinggalkan, jadi harganya sangat murah, maka bisa dibeli sebanyak mungkin. Situasi krisis ini takkan berlangsung lama, mengingat kini semua pihak baik pemerintah di semua negara beserta pelaku bisnis berada dalam kesadaran yang sama untuk menyelamatkan perekonomian dunia. Begitu perekonomian membaik, pasar kembali bergairah, harga-harga instrument investasi yang kita beli tadi menguat dan kita pasti dapat untung banyak jika melepaskannya di saat itu.

Namun saya tidak mengharapkan anda untuk berpikir seperti itu saja. Saya bahkan sangat tidak mentolerir jika anda hanya memakai keberuntungan anda tanpa pemikiran yang jelas tentang arah atau tujuan investasi dengan rencana masa depan anda dengan mempertimbangkan resiko pelemahan nilai baik secara tiba-tiba atau perlahan-lahan sesuai dengan kondisi politik, ekonomi, dan pasar modal. Ide George Soros tentang refleksivitas yang secara mudah dipahami sebagai membeloknya arah kurva nilai saham, kurs mata uang, atau nilai instrument investasi lain dari harga semula mengikuti jumlah permintaan investor daripada pertumbuhan nilai bisnisnya yang nyata. Jika situasi pasar baik, maka kurva akan terus naik, maka harganya naik dan menguntungkan jika dilepas di level itu. Sebaliknya saat kondisi pasar kacau balau, kurva akan turun tajam, maka harganyqa jatuh dan merugikan tergantung di level mana dilepasnya.

Namun, lebih ideal menurut Warren Buffet jika investasi, khususnya di saham, berfokus pada kinerja perusahaannya yang stabil dan menghasilkan laba secara konsisten. Di sini Buffet menyarankan kita jadi pemilik perusahaan dengan sistem jaringan bisnis yang kuat, dijalankan oleh orang-orang visioner dan bertanggung jawab, dan perusahaan dengan sistemnya ini kinerjanya tetap prima walaupun nilai sahamnya di pasar modal tergerus sementara akibat sentimen negatif. Nah, untuk memilih perusahaan yang akan kita beli sahamnya , kita sebaiknya memahami bisnis yang dijalankannya, bukan karena pergerakan harganya di pasar modal, dan jangan ambil resiko berinvestasi di bisnis yang tidak dapat dimengerti, apalagi perusahaan itu melakukan praktek-praktek ilegal.

Buffet menekankan pula kerjasama antar pihak sesuai fungsinya demi kelancaran kinerja perusahaan, tidak ada salahnya jika pemegang saham memberi saran jika dikehendaki para manajernya, demi keuntungan masing-masing pihak.